Hepatitis

Hepatitis C atau penyakit hati memang berbahaya dan bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Hepatitis C merupakan salah satu jenis infeksi virus pada hati yang mengakibatkan peradangan, kerusakan, pengerasan hati, kanker hingga gagal hati. Penularan virus antara lain melalui transfusi darah, pemakaian jarum dan alat medis berulang, serta hubungan seksual. Terlebih lagi dengan maraknya penggunaan narkoba dengan jarum suntik ini sangat membahayakan.

Gejala Penderita Hepatitis C  atau orang yang menderita Hepatitis C seringkali tidak menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya. Namun beberapa gejala yang samar diantaranya adalah ; Lelah, Hilang selera makan, Sakit perut, Urin menjadi gelap dan Kulit atau mata menjadi kuning yang disebut “jaundice” (jarang terjadi). Pada beberapa kasus dapat ditemukan peningkatan enzyme hati pada pemeriksaan urine, namun demikian pada penderita Hepatitis C justru terkadang enzyme hati fluktuasi bahkan normal.

Potensi menjadi kronis sangat besar, sekitar 70-80 persen. Selanjutnya 20-30 persen akan mengalami sirosis hati dalam waktu 20-30 tahun. Sebagian dari itu akan berlanjut menjadi kanker hati.

Bila kita terdeteksi terinfeksi virus hepatitis C pada saat usianya masih muda dan langsung mendapatkan pengobatan, kemungkinan sembuhnya cukup besar yaitu sampai 80 persen. Beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan terapi pengobatan, yakni tipe virus, jumlah virus dalam tubuh dan usia.

Untuk menentukan genotipe virus, kita diharuskan melakukan pemeriksaan darah. Genotipe virus ini akan menentukan lamanya pengobatan yang harus dilakukan. Pasien hepatitis C dengan tipe virus 2 dan 3 hanya memerlukan pengobatan selama 6 bulan. Sedangkan pasien dengan tipe virus 1 harus melakukan pengobatan selama 12 bulan.

Para pakar penyakit hepatitis C dewasa ini merekomendasikan terapi gabungan Interferon alfa, Pegylated interferon alfa dan obat antivirus yang disebut ribavirin sebagai pilihan obat terbaik untuk hepatitis C. Obat ini disuntikkan seminggu sekali selama beberapa bulan tergantung genotipe virus.

Adapun tujuan pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh kita sedini mungkin untuk mencegah perkembangan dan memburuknya stadium akhir penyakit hati ini.